Karya Maro banyak membahas antitesis, parodi kehidupan, dan obsesinya dengan sesuatu yang bersifat tragedi di dalam dan luar kehidupannya. Di karya ini, Maro menghadirkan figur Basuki Abdullah dengan antitesis dari ketiga karakter utama karya pelukis tersebut: naturalisme, penggambaran perempuan telanjang, dan penggunaan teknik melukis yang spontan. Maro justru menampilkan realitas yang imajinatif, menggunakan ketelanjangan laki-laki sebagai bentuk perlawanan estetika yang cenderung eksploitatif, dan meninggalkan jejak penggunaan grid yang sistematis. La Vie En Rose adalah sebuah lagu kesukaan dari Basuki Abdullah, yang juga mengingatkan Maro pada kehidupan keseniannya yang penuh rona seperti bunga mawar.
Oil on canvas
140cm x 100cm









